stick right bottom

SPOTLIGHT

Latar Belakang
Lahirnya UU 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah yang diikuti dengan UU 32/2004, merupakan tonggak sejarah baru dalam pelaksanaan desentralisasi di Indonesia, khususnya dalam pemberian otonomi yang (lebih) luas kepada Daerah-Daerah. Sejak diundangkannya UU ini, daerah-daerah otonom baru dibentuk di berbagai pelosok nusantara. Di Kalimantan Timur, enam Kabupaten/Kota telah dikembangkan menjadi 13 Kabupaten/Kota. Dengan adanya pengembangan daerah-daerah otonom baru, faktor ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) yang handal untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan serta untuk menjamin keberhasilan pelaksaaan otonomi daerah di masing-masing Kabupaten/Kota merupakan faktor krusial. Untuk konteks Kalimantan Timur, ketersediaan SDM ini menyangkut aspek kuantitas dan kualitas.

Di 13 Kabupaten/Kota tersebut sekarang jumlah Kelurahan/Desa adalah 1334 buah sementara jumlah Kecamatan 114 buah. Jika diasumsikan bahwa tiap-tiap Kelurahan/Desa dan Kecamatan membutuhkan tiga (3) tenaga pamong, maka untuk aspek kuantitas akan dibutuhkan tenaga kepamongan sebanyak 1.448 x 3 orang = 4.344 orang. Selama ini institusi pendidikan yang mencetak tenaga-tenaga pamong hanya bisa menerima mahasiswa dari seluruh Kaltim sebanyak sekitar 30 orang per tahun. Jika pencetakan tenaga pamong mengikuti kuota ini maka akan dibutuhkan waktu sekitar 140 tahun.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman (Fisip Unmul) bekerjasama Propinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur menyelenggarakan program pendidikan khusus guna mencetak kader-kader pemerintahan setingkat sarjana yang berorientasi praktis (tenaga-tenaga kepamongan).


Visi dan Misi
Visi dari Program S1 Pemerintahan Integratif (PIN) adalah menjadi center of excellence dalam penyelenggaraan pendidikan tenaga kepamongan. Sedangkan misi dari PIN adalah mencetak tenaga-tenaga pamong yang handal, kompeten, tangguh, dan profesional dalam menangani permasalahan-permasalahan pemerintahan dan dalam memberikan pelayanan kepada publik.


Konsep dan Model Pendidikan PIN
PIN memakai konsep Integratif dalam penyelenggaraan pendidikan kepemerintahan, yakni pengintegrasian proses belajar mengajar yang diproyeksikan untuk menghasilkan output lulusan yang punya kemampuan intelektual yang tinggi, kemampuan praktis yang mumpuni, serta sikap dan perilaku yang bijak, berwibawa, dan professional sebagai seorang pamong. Dengan konsep ini, mahasiswa diwajibkan mengikuti tiga proses pembelajaran yang saling terkait. Pertama, mahasiswa dididik untuk memahami teori-teori dan analisis-analis kasus dari mata kuliah diajarkan. Kedua, mahasiswa dididik untuk memiliki kemampuan praktis (skills) dalam penyelenggarakan pemerintahan, penyelesaian masalah-masalah pemerintahan, dan pemberian pelayanan kepada publik. Ketiga, mahasiswa dididik untuk bersikap dan berperilaku yang bijak, berwibawa, dan professional sebagai seorang pamong.

Guna menghasilkan output lulusan sebagaimana dimaksud, PIN memakai model pengasramaan dalam proses pendidikannya. Dalam model ini, mahasiswa diasramakan untuk jangka waktu tertentu, khususnya untuk membentuk sikap, perilaku, dan disiplin sebagai seorang pamong.


Bentuk Pengelolaan
Pelaksanaan Program S1 Pemerintahan Integratif memakai pola kemitraan antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur dan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman bertanggung jawab sepenuhnya dalam urusan-urusan akademik, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur sebagai pengirim mahasiswa untuk studi di PIN, sedangkan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur sebagai fasilitator dari Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur dan penyelenggara pengasramaan mahasiswa.


Pembiayaan
Pendanaan untuk penyelenggaraan Program S1 Pemerintahan Integratif menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, serta orangtua/wali mahasiswa, sesuai dengan porsinya masing-masing.


Lama Pendidikan
Masa pendidikan mahasiswa Program S1 Pemerintahan Integratif didisain untuk berlangsung selama 8 (delapan) semester. Kegiatan-kegiatan pendidikan meliputi kegiatan perkuliahan, pembentukan sikap, perilaku dan disiplin di asrama, magang dan PKL (On the Job Training) di lembaga pemerintahan (kelurahan/kecamatan/ kabupaten), dan penyusunan skripsi.